MIMPI... Ya semua orang pasti punya mimpi, aku yakin itu. Tapi yang
ku dengar dari cerita-cerita orang disekitarku, disaat mereka masih asyik
dengan dunia masa kecilnya, jutaan mimpi mereka tulis. Banyak sekali keinginan yang
ingin diwujudkan disaat dewasanya nanti. Keinginan- keinginan yang muncul dari jiwa-jiwa
yang masih suci dan polos, begitu indah dan mulia. Aku kagum dengan para pemimpi
-pemimpi itu.
Sama halnya denganku, dulu banyak sekali keinginan yg muncul dalam benakku, ingin menjadi astronot, terbang jauh nan tinggi meninggalkan bumi dan melihat bahwa bumi itu bulat sebagaimana gambar tata surya yg ada dalam atlas, dan mencoba menggali lubang sedalam dalamnya hingga aku bisa melihat langit lagi (jelas ini mustahil bagiku).
Aku hanya ingin menepis pikiranku yang mengatakan bahwa bumi itu hanya berbentuk setengah bola. Dan masih banyak keinginan-keinginan lain.
Namun seiring bertambahnya usia, dan mereka mulai mengenal masa remajanya,
seakan mimpi -mimpi yang indah dan mulia itu mulai memudar. Entah faktor apa yang
memengaruhinya, mungkin akibat menginjak masa puber ,karena kesibukan, karena pergaulan,
karena perubahan pola pikir atau bisa jadi ya..entahlah. Semakin bertambah usia dan menginjak kedewasaan semakin jarang pula kudengar impian - impian mereka.
Entah karena tidak mau diketahui orang, malu atau mungkin sama denganku. Realistis saja, percaya atau tidak akupun mengalami
hal itu. Seakan mimpi -mimpi yg dulu memenuhi benakku, semakin lama semakin hilang.
Bahkan aku pernah bingung dg diriku sendiri, tak punya satupun impian. Hampa? tidak.
Its only so so. Aku merasa biasa saja. Sedih? iya. Coba bayangkan, hidup tak punya
tujuan. Aneh! membiarkan hidup berjalan dengan sendirinya.
Pernah aku ditegur dengan guruku. Ya meskipun beliau tak mau disebut sebagai guru. -Mr.John- yang terkadang memanggilku dg sebutan Mary Jane. Beliau menanyakan apa masalahku. TAK PUNYA MIMPI DAN INSPIRASI, itulah masalahku. Mungkin beliau kecewa mendengarnya, atau mungkin tertawa dalam hati, atau bahkan beliau tak peduli. Tapi yang jelas beliau menyuruhku bermimpi, bermimpi sebanyak mungkin. Beliau sering berkata you are what you think. Suatu kalimat yang penuh arti. Beliau jg pernah bilang memang sih terkadang hidup itu Go with the flow, tapi ada saatnya dimana kita juga harus GO AGAINST THE FLOW, dan terkadang itu perlu. Aku senang mendengar motivasi-motivasinya, dan quote-quote yang terlontar dari mulutnya. Bagi ku itu suatu kalimat yg membangun dan perlu direnungkan. Tapi aku kurang suka jika beliau bilang aku sering galau. Please mr. aku nggak galau, emang aku begini.
Tapi tidak semua orang demikian. Itu hanya beberapa sampel orang - orang
disekitarku. Buktinya aku masih menjumpai banyak sekali pemimpi-pemimpi hebat diluar
sana. Ada satu sahabat terkonyolku, tak pernah sedikitpun aku melihatnya sedih ataupun
galau, dan aku senang sekali mendengar impian-impiannya. (mungkin aku harus
banyak belajar juga darinya, biar aku nggak dibilang suka galau) Dan sampai saat
ini dia masih konsisten dengan mimpinya. Entah itu hanya imajinasi atau benar -
benar akan direalisasikannya. Katanya suatu saat nanti, dia ingin punya banyak empang,
dan setiap sore dia akan menengoknya dengan memakai baju taqwa dan membawa mobil
idamannya. Dan dimalam hari dia akan menjaganya dengan duduk santai sambil mengamati
kalau-kalau ada perempuan yang hendak mencuri ikan diempangnya. Konyol! tidak. Dia
percaya semakin banyak empang yang dia miliki, dg ikan-ikan didalamnya, akan membuatnya
semakin kaya. Aaamiiin kita doakan saja. Sampai sekarang aku masih menunggu kabar
darinya, berapa jumlah empang yg telah dia miliki, masihkah dia konsisten dg impiannya?
Semoga saja.
Dari mereka - pemimpi-pemimpi hebat - aku mulai belajar, bahwa bermimpi itu penting. Entah mimpi-mimpi kecil atau mimpi yang setinggi-tingginya. Mencoba menjadi diriku lagi dimasa kecil.ya Okelah... Mulai menanamkan kalimat I am what I think, menurutku bukan hal yang buruk. Aku yakin jika kita berpikir bahwa kita besar, maka kita akan menjadi orang yg besar pula. And vice versa, jika kita berpikir bahwa kita kecil dan lemah,tentunya kita juga akan menjadi demikian. Because mind will determine action, and action will determine the results.
Dari mereka - pemimpi-pemimpi hebat - aku mulai belajar, bahwa bermimpi itu penting. Entah mimpi-mimpi kecil atau mimpi yang setinggi-tingginya. Mencoba menjadi diriku lagi dimasa kecil.ya Okelah... Mulai menanamkan kalimat I am what I think, menurutku bukan hal yang buruk. Aku yakin jika kita berpikir bahwa kita besar, maka kita akan menjadi orang yg besar pula. And vice versa, jika kita berpikir bahwa kita kecil dan lemah,tentunya kita juga akan menjadi demikian. Because mind will determine action, and action will determine the results.
So, marilah kita
menuliskan beribu-ribu bahkan jutaan mimpi kita, merajutnya dengan melakukan hal-hal
yang membantu kita untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu. Serta terus berdoa dan tak
patah semangat.
Kalau kata Presiden Pertama kita - Soekarno, "Bermimpilah setinggi langit, karena jika engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara ribuan bintang-bintang"
Kalau kata Andrea Hirata, "Bermimpilah! karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu"
Kalau katanya di film 5cm "bayangkan bahwa mimpi kita berada sangat dekat dengan kita, dan berada 5cm didepan kita."
Semoga impian kita tak hanya sekedar menjadi mimpi belaka, namun impian kita akan menjadi sebuah realita. Aaamiiin... :)
Kalau kata Presiden Pertama kita - Soekarno, "Bermimpilah setinggi langit, karena jika engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara ribuan bintang-bintang"
Kalau kata Andrea Hirata, "Bermimpilah! karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu"
Kalau katanya di film 5cm "bayangkan bahwa mimpi kita berada sangat dekat dengan kita, dan berada 5cm didepan kita."
Semoga impian kita tak hanya sekedar menjadi mimpi belaka, namun impian kita akan menjadi sebuah realita. Aaamiiin... :)
Komentar
Posting Komentar